Thursday, December 19, 2013

METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 5:05 AM | No comments


METODE PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertempat di SDN 4 Lingsar Kecamatan Linsar Kabupaten Lombok Barat  Tahun Pelajaran 2011/2012. PTK ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2011 sampai dengan Nopember 2011.
B.     Subjek Penelitian
Berdasarkan hasil identifikasi pendahuluan keadaan peserta didik di kelas V SDN 4 Lingsar Kecamatan Linsar Kabupaten Lombok Barat  Tahun Pelajaran 2011/2012 berjumlah 25 anak, terdiri atas 12 laki-laki dan 13 perempuan. Keseluruhan populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel.
C.    Metode Penelitian
1.    Pemelihan Metode
Penentuan terhadap metode penelitian dapat didasarkan gejala-gejala maupun tujuan penelitian. Hal inii sesuai pendapat ahli sebagai berikut :
a.    Metode Eksprimen, apabila gejala yang ditimbulkan dengan sengaja, sedangkan metode expo-faktor  apabila gejala yang diteliti memang ada, segera dan wajar (Nurkencana, 2000 : 35).
b.    Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan pengarahan dari guru yang dilakukan peserta didik . (Arikunto, 2008 : 3).
Berdasarkan uraian di atas maka metode yang digunankan dalam penelitian ini  adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK/CAR). PTK ini didasarkan atas sebuah filisofi bahwa setiap manusia tidak suka atas hal-hal yang bersifat statis. Peningkatan diri untuk hal-hal yang lebih baik ini dilakukan secara terus menerus sampai tujuan tercapai, tetapi sifatnya hanya sementara, karena akan dilanjutkan lagi dengan keinginan untuk lebih baik yang datang secara susul-menyusul. (Arikunto, 2008 : 6).
2.    Rancangann Penelitian
Ada beberapa ahli yang mengemukakan  model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) Perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) Pengamatan dan, (4) repleksi. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahab sebagai berikut :
Gambar 01. Model rancangan Hopkins
(Supardi, 2008, 105)

                                                  Siklus 1
Perencanaan
Refleksi
Tindakan
Observasi
 






                                                              Siklus 2
Refleksi
Perencanaan
Tindakan
Observasi
 







Keterangan Gambar :
a.    Perencanaan tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan perbendaharaan kata.
b.    Tindakan apa yang dilakukan oleh guru atau penelitian sebagai upaya peningkatan perbendaharaan kata.
c.    Obsevasi atau pengamatan proses dan hasil atau dampak tindakan yang dikenakan terhadap subjek penelitian.
d.   Refleksi atau mengkaji ulang terhadap proses dan hasil atau dampak tindakan dan berbagaikreteria yang sudah ditentukan.
3.    Siklus Penelitian
Siklus penelitian adalah suatu rangkaian penelitian seperti arah jarum jam yang terjadi pada proses PTK. Dan diharapkan kualitas pencapaian hasilnya semakin lama semakin meningkat.
Rencana adalah suatu yang akan dilakukan dalam melakukan tindakan yang terjadi berupa langkah-langkah apa yang perlu dilakukan pada variabel XS (Lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran) akan terjadi peningkatan pada variabel Y (perbendaharaan kata).
Penelitian ini direncanakana dalam dua silkus, yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Masing-masing dari tiap siklus terdiri atas tahap persiapan, implementasi, pemantauan, evaluasi, analisis, dan repleksi.
Siklus I
1.    Persiapan meliputi kegiatan : (a) memastikan kesiapan Alat Permainan Edukasi (APE), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (b) kesiapan observasi.
2.    Implementasi tindakan melalui Tahapan dan proses sebagai berikut :
a.    Persiapan pembelajaran
b.    Membagikan media dan alat permainan edukasi kepada anak
c.    Melakukan kegiatan bermain peran untuk kegiatan peningkatan perbendaharaan kata
3.    Pemantauan dan evaluasi. Pada dasarnya kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan implementasi tindakan. Kegiatan pemantauan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara rencana dengan pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung dapat diharapkan akan menghasikan perubahan yang diinginkan. Dengan kata lain, pemantauan memusatkan pengamatannya pada proses tindakan, sedangkan pada kegiatan evaluasi bertujuan untuk menilai perubahan-perubahan atau kemajuan peserta didik dalam peningkatan kreativitas peserta didik.
4.    Analisis dan  repleksi. Kegiatan ini dimaksudkan meneliti apakah proses tindakan telah dilaksanakan sesuai kriteria, dan apakah telah terjadi peningkatan pembiasaan anak. Kegiatan ini diakhiri dengan identefikasi masalah baru yang timbul sebagai landasan membuat rancangan ulang pada siklus berikutnya.
Siklus II
Siklus II ini berisis perencanaan ulang hasil siklus I dikembangkan sesuai dengan  kebutuhan dan perbaikan untuk disampaikan. Langkah-langkah siklus II sama dengan siklus I yakni :
1.    Persiapan siklus, kegiatan meliputi : (a) memastikan kesiapan alat permainan edukatif (EPA) penyiapan RPP, (b) kesiapan observasi
2.    Implementasi tindakan meliputi tahapan dan proses sebagai berikut:
a.    Persiapan pembelajaran
b.    Membagikan media dan alat permainan edukasi kepada anak
c.    Melakukan kegiatan bermain peran untuk kegiatan peningkatan perbendaharaan kata
3.    Pemantauan dan Evalausi, sama dengan siklus I, yaitu pemantauan untuk memusatkan pengamatan pada proses tindakan. Sedangkan kegiatan evaluasi bertujuan untuk menilai perubahan perubahan atau kemajuan peserta didik dalam meningkatkan pembiasaan anak
4.    Analisis dan repleksi, dimaksudkan untuk meliputi apakah proses tindakan telah dilaksanakan sesuai denganketentuan, dan apakah telah terjadi peningkatan kehidupan sosial anak. Jika pada tahap II peningkatan pembiasaan anak maka hasilnya digunakan untuk membuktikan hipotesis tindakan.
D.    Metode Analisis Data
Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat penting. Untuk dapat melakukan analisis data dengan benar, maka jenis data penelitian harus dipahami (Riyanto, 2001:95). Jenis data yang dianalisis akan menentukan apakah analisis data dilakukan dengan statistik atau nonstatistik.
Dalam penelitian ini, jenis data yang dipakai adalah data kuantitatif sehingga analisis data yang digunakan adalah analisis statistik inferensial yang bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana penggunaan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan perbendaharaan kata pada siswa kelas V SDN 4 Lingsar tahun pelajaran 2011/2012.
Adapun tehnik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan norma relatif. Nurkancana (2000 : 102), menjelaskan bahwa norma relatif atau disebut juga norma aktuil atau norma empiris atau umum pula disebut Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu norma yang disusun secara relatif berdasarkan distribusi skor yang dicapai responden dalam suatu tes. Dengan demikian maka skor standar yang dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma relatif mencerminkan status individu dalam kelompok.
Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah menjadi skor standar pada norma relatif didasarkan atas mean dan standar deviasi. Mean dan Standar Deviasi (SDi) tersebut dicari dengan menggunakan rumus statistik berdasarkan distribusi skor mentah yang dicapai oleh responden (testee).
Selanjutnya norma relatif dalam analisis hasil tes hasil belajar untuk mengubah skor mentah mnjadi skor standar terdiri dari norma relatif skala tiga, skala lima, norma relatif skala sembilan, skala sebelas, skala seratus, Z skor, dan T skor.
Selanjutnya dalam penelitian ini peneliti menggunakan norma relatif skala tiga. Skor standar yang dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma relatif mencerminkan kemampuan individu dalam kelompok dan kemampuan kelompok yang tercermin dalam nilai indeks prestasi kelompok (IPK).
1.    Kemampuan Individu
Untuk mengukur kemampuan individu responden, maka digunakan skor standar yang dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma relatif mencerminkan status individu tersebut dalam kelompok.
Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah menjadi skor standar pada norma relatif didasarkan atas mean dan standar deviasi. Mean dan Standar Deviasi (SDi) tersebut dicari dengan menggunakan rumus statistik berdasarkan distribusi skor mentah yang dicapai oleh responden (testee).
Adapun langkah yang ditempuh dalam mengkonversikan skor mentah menjadi skor standar dengan norma relatif ialah sebagai berikut.
a.    Mencari Skor Maksimal Ideal (SMi) dari hasil tes masing-masing responden
b.    Mencari angka rata-rata (mean) ideal dari skor yang diperoleh dengan menggunakan prosedur dan rumus statistik sebagai berikut;
Keterangan:
Mi    = Mean ideal (Angka rata-rata ideal)
SMi  = Skor Maksimal ideal
c.    Mencari standar deviasi aktuil (SDi) dari skor yang diperoleh dengan  menggunakan prosedur dan rumus statistik sebagai berikut;
SDi =
d.   Membuat pedoman konversi sebagai berikut.
                                                    Kemampuan Tinggi 
Mi + 1SDi
                                                    Kemampuan Sedang
Mi – 1SDi
                                                     Kemampuan Rendah
                                                     (Nurkancana, 2000: 104).
2.    Kemampuan Kelompok
Indek prestasi kelompok ialah suatu ukuran tentang prestasi yang dicapai oleh kelompok sebagai satu kesatuan dalam suatu tes yang kita berikan yang biasanya dinyatakan dengan nilai mean (rata-rata) Nurkancana, 2000:126). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran tentang prestasi yang dicapai oleh kelompok sebagai satu kesatuan dalam suatu tes yang dinyatakan dengan nilai mean disebut sebagai indek prestasi kelompok
Adapun langkah-langkah untuk menghitung Indek prestasi kelompok adalah sebagai berikut.
a.    Menentukan nilai rata-rata (M)
b.    Menentukan skor maksimal ideal (SMi)
b.    Menghitung indek prtestasi kelompok (IPK) dengan rumus.
IPK =
c.    Membuat pedoman IPK sebagai berikut.
00-30 = Sangat Rendah
31-54 = Rendah
55-74 = Normal
75-89 = Tinggi
90-100 = Sangat Tinggi      (Nurkancana, 2000: 133).

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts