METODE
PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini bertempat di SDN 4 Lingsar Kecamatan Linsar Kabupaten
Lombok Barat Tahun Pelajaran 2011/2012.
PTK ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2011 sampai dengan
Nopember 2011.
B.
Subjek Penelitian
Berdasarkan hasil
identifikasi pendahuluan keadaan peserta didik di kelas V SDN 4 Lingsar
Kecamatan Linsar Kabupaten Lombok Barat
Tahun Pelajaran 2011/2012 berjumlah 25 anak, terdiri atas 12 laki-laki
dan 13 perempuan. Keseluruhan populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi
sampel.
C.
Metode Penelitian
1.
Pemelihan Metode
Penentuan terhadap
metode penelitian dapat didasarkan gejala-gejala maupun tujuan penelitian. Hal
inii sesuai pendapat ahli sebagai berikut :
a.
Metode Eksprimen, apabila gejala
yang ditimbulkan dengan sengaja, sedangkan metode expo-faktor apabila gejala yang diteliti memang ada,
segera dan wajar (Nurkencana, 2000 : 35).
b.
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar
berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi sebuah kelas
secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan pengarahan
dari guru yang dilakukan peserta didik . (Arikunto, 2008 : 3).
Berdasarkan uraian
di atas maka metode yang digunankan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK/CAR).
PTK ini didasarkan atas sebuah filisofi bahwa setiap manusia tidak suka atas
hal-hal yang bersifat statis. Peningkatan diri untuk hal-hal yang lebih baik
ini dilakukan secara terus menerus sampai tujuan tercapai, tetapi sifatnya
hanya sementara, karena akan dilanjutkan lagi dengan keinginan untuk lebih baik
yang datang secara susul-menyusul. (Arikunto, 2008 : 6).
2.
Rancangann Penelitian
Ada beberapa ahli
yang mengemukakan model penelitian
tindakan dengan bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat
tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) Perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
Pengamatan dan, (4) repleksi. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing
tahab sebagai berikut :
Gambar 01. Model rancangan Hopkins
(Supardi, 2008,
105)
Siklus 1
|
Perencanaan
|
|
Refleksi
|
|
Tindakan
|
|
Observasi
|
Siklus 2
|
Refleksi
|
|
Perencanaan
|
|
Tindakan
|
|
Observasi
|
Keterangan Gambar :
a.
Perencanaan tindakan apa yang akan
dilakukan untuk meningkatkan perbendaharaan kata.
b.
Tindakan apa yang dilakukan oleh
guru atau penelitian sebagai upaya peningkatan perbendaharaan kata.
c.
Obsevasi atau pengamatan proses
dan hasil atau dampak tindakan yang dikenakan terhadap subjek penelitian.
d.
Refleksi atau mengkaji ulang
terhadap proses dan hasil atau dampak tindakan dan berbagaikreteria yang sudah
ditentukan.
3.
Siklus Penelitian
Siklus penelitian
adalah suatu rangkaian penelitian seperti arah jarum jam yang terjadi pada
proses PTK. Dan diharapkan kualitas pencapaian hasilnya semakin lama semakin
meningkat.
Rencana adalah
suatu yang akan dilakukan dalam melakukan tindakan yang terjadi berupa
langkah-langkah apa yang perlu dilakukan pada variabel XS (Lingkungan sekolah
sebagai media pembelajaran) akan terjadi peningkatan pada variabel Y (perbendaharaan
kata).
Penelitian ini
direncanakana dalam dua silkus, yaitu siklus pertama dan siklus kedua.
Masing-masing dari tiap siklus terdiri atas tahap persiapan, implementasi,
pemantauan, evaluasi, analisis, dan repleksi.
Siklus I
1.
Persiapan meliputi kegiatan : (a)
memastikan kesiapan Alat Permainan Edukasi (APE), Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), (b) kesiapan observasi.
2.
Implementasi tindakan melalui
Tahapan dan proses sebagai berikut :
a.
Persiapan pembelajaran
b.
Membagikan media dan alat
permainan edukasi kepada anak
c.
Melakukan kegiatan bermain peran
untuk kegiatan peningkatan perbendaharaan kata
3.
Pemantauan dan evaluasi. Pada
dasarnya kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan implementasi
tindakan. Kegiatan pemantauan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara
rencana dengan pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung dapat diharapkan
akan menghasikan perubahan yang diinginkan. Dengan kata lain, pemantauan
memusatkan pengamatannya pada proses tindakan, sedangkan pada kegiatan evaluasi
bertujuan untuk menilai perubahan-perubahan atau kemajuan peserta didik dalam
peningkatan kreativitas peserta didik.
4.
Analisis dan repleksi. Kegiatan ini dimaksudkan meneliti
apakah proses tindakan telah dilaksanakan sesuai kriteria, dan apakah telah
terjadi peningkatan pembiasaan anak. Kegiatan ini diakhiri dengan identefikasi
masalah baru yang timbul sebagai landasan membuat rancangan ulang pada siklus
berikutnya.
Siklus II
Siklus II ini
berisis perencanaan ulang hasil siklus I dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perbaikan untuk disampaikan.
Langkah-langkah siklus II sama dengan siklus I yakni :
1.
Persiapan siklus, kegiatan
meliputi : (a) memastikan kesiapan alat permainan edukatif (EPA) penyiapan RPP,
(b) kesiapan observasi
2.
Implementasi tindakan meliputi
tahapan dan proses sebagai berikut:
a.
Persiapan pembelajaran
b.
Membagikan media dan alat
permainan edukasi kepada anak
c.
Melakukan kegiatan bermain peran
untuk kegiatan peningkatan perbendaharaan kata
3.
Pemantauan dan Evalausi, sama
dengan siklus I, yaitu pemantauan untuk memusatkan pengamatan pada proses
tindakan. Sedangkan kegiatan evaluasi bertujuan untuk menilai perubahan
perubahan atau kemajuan peserta didik dalam meningkatkan pembiasaan anak
4.
Analisis dan repleksi, dimaksudkan
untuk meliputi apakah proses tindakan telah dilaksanakan sesuai
denganketentuan, dan apakah telah terjadi peningkatan kehidupan sosial anak.
Jika pada tahap II peningkatan pembiasaan anak maka hasilnya digunakan untuk
membuktikan hipotesis tindakan.
D. Metode Analisis
Data
Menganalisis data penelitian merupakan suatu
langkah yang sangat penting. Untuk dapat melakukan analisis data dengan benar,
maka jenis data penelitian harus dipahami (Riyanto, 2001:95). Jenis data yang
dianalisis akan menentukan apakah analisis data dilakukan dengan statistik atau
nonstatistik.
Dalam penelitian ini, jenis data yang dipakai
adalah data kuantitatif sehingga analisis data yang digunakan adalah analisis statistik inferensial yang bertujuan untuk melihat sampai
sejauh mana penggunaan lingkungan
sekolah sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan perbendaharaan kata pada
siswa kelas V SDN 4 Lingsar tahun pelajaran 2011/2012.
Adapun tehnik analisis yang digunakan adalah
dengan menggunakan norma relatif. Nurkancana (2000 : 102), menjelaskan bahwa norma relatif atau disebut
juga norma aktuil atau norma empiris atau umum pula disebut Penilaian Acuan
Norma (PAN) adalah suatu norma yang disusun secara relatif berdasarkan
distribusi skor yang dicapai responden dalam suatu tes. Dengan demikian maka
skor standar yang dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma relatif
mencerminkan status individu dalam kelompok.
Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah
menjadi skor standar pada norma relatif didasarkan atas mean dan standar
deviasi. Mean dan Standar Deviasi (SDi) tersebut dicari dengan menggunakan
rumus statistik berdasarkan distribusi skor mentah yang dicapai oleh responden
(testee).
Selanjutnya norma relatif dalam analisis hasil tes
hasil belajar untuk mengubah skor mentah mnjadi skor standar terdiri dari norma
relatif skala tiga, skala lima, norma relatif skala sembilan, skala sebelas,
skala seratus, Z skor, dan T skor.
Selanjutnya dalam penelitian ini peneliti
menggunakan norma relatif skala tiga. Skor standar yang
dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma relatif mencerminkan
kemampuan individu dalam kelompok dan kemampuan kelompok yang tercermin dalam
nilai indeks prestasi kelompok (IPK).
1.
Kemampuan Individu
Untuk mengukur kemampuan individu responden, maka
digunakan skor standar yang dicapai oleh seseorang yang didasarkan atas norma
relatif mencerminkan status individu tersebut dalam kelompok.
Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah
menjadi skor standar pada norma relatif didasarkan atas mean dan standar
deviasi. Mean dan Standar Deviasi (SDi) tersebut dicari dengan menggunakan
rumus statistik berdasarkan distribusi skor mentah yang dicapai oleh responden
(testee).
Adapun langkah yang ditempuh dalam mengkonversikan
skor mentah menjadi skor standar dengan norma relatif ialah sebagai berikut.
a. Mencari Skor Maksimal
Ideal (SMi) dari hasil tes masing-masing responden
b. Mencari angka
rata-rata (mean) ideal dari skor yang diperoleh dengan menggunakan prosedur dan
rumus statistik sebagai berikut;
Keterangan:
Mi = Mean ideal (Angka rata-rata ideal)
SMi = Skor Maksimal ideal
c. Mencari standar
deviasi aktuil (SDi) dari skor yang diperoleh dengan menggunakan prosedur dan rumus statistik
sebagai berikut;
SDi =
d. Membuat pedoman
konversi sebagai berikut.
Kemampuan Tinggi
Mi + 1SDi
Kemampuan Sedang
Mi – 1SDi
Kemampuan Rendah
(Nurkancana, 2000: 104).
2. Kemampuan Kelompok
Indek prestasi kelompok ialah suatu ukuran tentang
prestasi yang dicapai oleh kelompok sebagai satu kesatuan dalam suatu tes yang
kita berikan yang biasanya dinyatakan dengan nilai mean (rata-rata) Nurkancana,
2000:126). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa ukuran tentang prestasi yang dicapai oleh kelompok
sebagai satu kesatuan dalam suatu tes yang dinyatakan dengan nilai mean disebut
sebagai indek prestasi kelompok
Adapun langkah-langkah untuk menghitung Indek
prestasi kelompok adalah sebagai berikut.
a. Menentukan nilai
rata-rata (M)
b. Menentukan skor
maksimal ideal (SMi)
b. Menghitung indek
prtestasi kelompok (IPK) dengan rumus.
IPK =
c. Membuat pedoman IPK
sebagai berikut.
00-30
= Sangat Rendah
31-54
= Rendah
55-74
= Normal
75-89
= Tinggi
90-100
= Sangat Tinggi (Nurkancana,
2000: 133).

0 comments:
Post a Comment