Wednesday, April 30, 2014

Tunjangan Sertifikasi Guru Pemalas

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 9:52 AM | No comments

Tunjangan Sertifikasi Guru Pemalas Bakal Dihentikan

BAGI guru penerima tunjangan sertivikasi yang malas, siap-siap mendapat sanksi. Hal itu menyusul bakal dilaksanakanya evaluasi terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
      
Kasubdit Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) Kemendikbud, Dian Wahyuni mengatakan, Kemendikbud tengah merancang evaluasi bagi guru yang telah memperoleh sertifikat. Selain kinerja guru, salah satu poin yang bakal menjadi bahan evaluasi merupakan beban mengajar guru yang harus memenuhi 24 jam dalam seminggu.
 "Kalau dia tidak memenuhi 24 jam otomatis tunjangannya diberhentikan," kata Dian kepada wartawan usai acara Konsultasi Publik Penataan dan Pemerataan Guru, di ruang Kridha Manggala, Setda Sragen belum lama ini.
   
Dian menjelaskan, guru yang telah memperoleh sertifikat berhak untuk memperoleh tunjangan sertifikasi. Tapi apabila kinerja mereka tidak bagus, apalagi bermalas-malasan sehingga tidak memenuhi 24 jam mengajar, maka tunjangan sertifikasinya bisa dihentikan.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan, ujar Dian, selama ini banyak oknum guru penerima tunjangan sertivikasi yang justru memberikan beban jadwal mengajar kepada guru wiyata bakti. Hal itu tentu tidak diperkenankan mengingat beban guru wiyata bakti bakal semakin tinggi.
   
Padahal dari sisi tunjangan kesejahteran yang mereka dapat terpaut jauh dengan guru bersetifikasi. "Kalau dia (guru sertifikasi, Red) tidak ada 24 jam ya harus ditambah sampai bisa memenuhi 24 jam mengajar," ujarnya.   http://dzakiron.blogspot.com

PENYAKIT GURU

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 9:39 AM | No comments

13 MACAM PENYAKIT GURU

Oleh Ahmad Baedowi
Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.


Di Kota Bekasi (mungkin juga di kota-kota lainnya di Indonesia), khususnya dalam 2 minggu terakhir ini, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.

Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas.

Merebaknya jenis-jenis penyakit di atas, meskipun disampaikan dengan cara dan tujuan untuk melucu, jelas memberi kita gambaran kondisi dan suasana batin para guru kita saat ini. Jika penyakit-penyakit tersebut memang benar adanya, kesalahan pertama harus kita tempakan kepada otoritas pendidikan kita yang salah dalam merumuskan kebijakan soal pengembangan kapasitas profesional guru. Guru seakan lupa pada rumusan dan definisi tentang pendidikan yang tertera dengan amat gamblang di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional kita, yaitu sebagai sebuah “….usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Kata “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” jelas merujuk dan menuntut para guru untuk kreatif dalam mengembangkan kerangka berpikir dan bahan ajar di sekolah. Karena itu sangat boleh jadi munculnya gejala penyakit seperti disinyalir di atas relevan dengan sistem pendidikan yang membelenggu akal untuk kreatif, terutama bentukan hierarki kurikulum yang rigid dan berorientasi semata pada dunia kerja.

Seorang pengembang masalah kreativitas di dunia pendidikan, Ken Robinson, mengatakan hampir dapat dipastikan seluruh sistem pendidikan di dunia menempatkan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (Sains) sebagai acuan utama tingkat keunggulan sebuah sekolah. Semakin banyak anak yang memiliki kemampuan Matematika dan Sains, semakin prestisiuslah sekolah tersebut. Sebab itu, bidang studi ini memperoleh jam yang begitu tinggi di sekolah, termasuk di antaranya di Indonesia.

Sekolah kita tak memiliki laboratorium seni dan musik yang cukup, juga perpustakaan yang mengoleksi buku-buku sastra yang memadai untuk menumbuhkan kreativitas anak untuk bergerak. Seluruh sekolah kita lebih banyak mengajarkan Matematika dan Sains yang hanya mengandalkan otak dan pikiran, tetapi tak memberi porsi yang cukup kepada anggota tubuh yang lain, seperti badan, tangan, dan kaki untuk bergerak. Berapa jam anak kita mengikuti pelajaran tari dan olahraga di sekolah dalam satu minggu, dan lebih banyak mana ketika anak-anak kita belajar Matematika dan Sains?

Kritik Ken Robinson sangat masuk akal sehingga dia mengatakan kebanyakan guru di sekolah saat ini menganggap bahwa badan, tangan, dan kaki mereka hanya sebagai alat transportasi kepala mereka yang penuh rumus dan terkadang membingungkan. Efek seperti ini dapat menjadikan seseorang mati rasa, antisosial, dan menjadi sangat arogan cara berpikir dan bertindaknya. Dalam rumus tak ditoleransi kesalahan. Padahal sebuah kesalahan, dalam teori belajar, merupakan awal dari sebuah kreativitas besar. (Sumber: Lampung Post, 24 Mei 2011) .http://dzakiron.blogspot.com

Thursday, April 24, 2014

RPP SAINS KLS 1 (KD 2.1 dan 2)

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 11:05 AM | No comments


Mata Pelajaran            : SAINS
Materi Pokok             : Memelihara LIngkungan
Pertemuan / waktu     : pertama  / 2 x 30 menit
Metode                        : ceramah dan praktek

A.    Kompetensi Dasar
2.1  Mengenal cara menjaga lingkungan agar tetap sehat

B.    Indikator
o   Menunjukkan keadaan lingkungan yang bersih dan cukup ventilasi.
o   . . . . . . . . . . . .

C.   Materi Essensial
o   Lingkungan sehat (hlm 26)

D.   Media Belajar
o   Gambar sekolah, pensil warna dan kerta gambar.

E.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1.    Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Menjelaskan bahwa rumah bersih adalah rumah sehat.


(5 menit)

2.    Kegiatan Inti
o   Membacakan materi untuk menuntun siswa.
o   Melakukan tugas 2.1 hlm 27
o   Beberapa siswa diminta menyebutkan beberapa hal tentang lingkungan yang sehat.
o   . . . . . . . . . . . .


(50 menit)

3.    Penutup
o   Mengulang kembali kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan.
o   . . . . . . . . . . . .


(5 menit)

4.    Pekerjaan Rumah
o   Siswa diminta untuk mengambar rumah yang tidak sehat
o   . . . . . . . . . . . .




MENGETAHUI
KEPALA SDN ……………………….




(…………………………………….)
NIP. .........................................
……………….,………….,……..…………200
Wali Kelas I




(……………………………….)
                NIP.  







Mata Pelajaran            : SAINS
Materi Pokok             : Memelihara LIngkungan
Pertemuan / waktu     : pertama  / 2 x 30 menit
Metode                        : ceramah dan praktek

A.    Kompetensi Dasar
2.2  Membedakan lingkungan sehat dengan lingkungan tidak sehat.

B.    Indikator
o   Menjelaskan air kotor, tumpukan sampah, asap merupakan kondisi lingkungan kurang baik bagi kesehatan.
o   . . . . . . . . . . . .

C.   Materi Essensial
o   Lingkungan tidak sehat (hlm 28)

D.   Media Belajar
o   Gambar rumah kotor, tumpukan sampah, dan asap kendaraaan
o   Sapu, kemoceng, kertas koran.

E.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1.    Pendahuluan
o   Menagih pekerjaan rumah pada pertemuan sebelumnya.
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Menjelaskan bahwa rumah kotor adalah rumah tidak sehat.


(5 menit)

2.    Kegiatan Inti
o   Membacakan materi untuk menuntun siswa.
o   Menunjukkan gamabar lingkungna tidak sehat.
o   Melakukan kegiatan 2.2 hlm 29
o   Beberapa siswa diminta menyebutkan beberapa hal tentang lingkungan yang tidak sehat.
o   . . . . . . . . . . . .


(50 menit)

3.    Penutup
o   Mengulang kembali kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan.
o   . . . . . . . . . . . .


(5 menit)

4.    Pekerjaan Rumah
o   . . . . . . . . . . . .




MENGETAHUI
KEPALA SDN ……………………….




(…………………………………….)
NIP. .........................................
……………….,………….,……..…………200
Wali Kelas I




(……………………………….)
                NIP.  









RPP SAINS KLS 1 ( KD 1.3)

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 11:01 AM | No comments


Mata Pelajaran            : SAINS
Materi Pokok             : Tubuh
Pertemuan / waktu     : pertama  / 2 x 30 menit
Metode                        : ceramah dan praktek

A.    Kompetensi Dasar
1.3  Membiasakan hidup sehat

B.    Indikator
o   Menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur.
o   Mencuci tangan sebelum makan.
o   Melakukan olah raga, beristirahat dan tidur agar tubuh sehat dan kuat.
o   . . . . . . . . . . . .

C.   Materi Essensial
o   Kebiasaaan hidup sehat

D.   Media Belajar
o   Gambar tentang cara menyikat gigi, olah raga dan menyapu halaman.
o   Sikat gigi.

E.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1.    Pendahuluan
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o   Siswa ditanya tentang cara menjaga kebersihan tubuh.


(5 menit)

2.    Kegiatan Inti
o   Siswa menyebutkan apa saja yang harus dibersihkan dalam membiasakan hidup sehat.
o   Melakukan kegiatan 1.9 hlm 13.
o   Beberapa siswa memperagakan cara menyikat gigi yang benar.
o   . . . . . . . . . . . .


(50 menit)

3.    Penutup
o   Mengulang kembali kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan
o   . . . . . . . . . . . .


(5 menit)

4.    Pekerjaan Rumah
o   Kegiatan 1.10 hlm 14 point 2
o   . . . . . . . . . . . .



MENGETAHUI
KEPALA SDN ……………………….




(…………………………………….)
NIP. .........................................
……………….,………….,……..…………200
Wali Kelas I




(……………………………….)
                NIP.  















Mata Pelajaran            : SAINS
Materi Pokok              : Tubuh
Pertemuan / waktu     : kedua  / 2 x 30 menit
Metode                        : ceramah dan praktek

A.    Kompetensi Dasar
1.3  Membiasakan hidup sehat

B.    Indikator
o   Menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur.
o   Mencuci tangan sebelum makan.
o   Melakukan olah raga, beristirahat dan tidur agar tubuh sehat dan kuat.
o   . . . . . . . . . . . .

C.   Materi Essensial
  • Kebutuhan Tubuh (hlm 10)
  • . . . . . . . . . . . .

D.   Media Belajar
o   Buku  SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas I

E.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

  1. Pendahuluan
o   Menagih pekerjaan rumah pada pertemuan sebelumnya.
o   Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan menyampaikan indikator dan kompetensi yang diharapkan.


(5 menit)

  1. Kegiatan Inti
o   Siswa ditanya tentang olah raga yang ia sukai, waktu belajar dan bekerja membantu orang tua.
o   Membacakan materi untuk menuntun siswa atau siswa membaca secara bersama.
o   Melakukan kegiatan 1.10 hlm 14.
o   Menjelaskan waktu yang tepat dalam berolah raga, belajar dan bekerja membatu orang tua.
o   . . . . . . . . . . . .


(50 menit)

  1. Penutup
o   Mengulang kembali kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan
o   . . . . . . . . . . . .


(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah
o   Mempersiapkan untuk kegiatan 1.11 hlm 15.




MENGETAHUI
KEPALA SDN ……………………….




(…………………………………….)
NIP. .........................................
……………….,………….,……..…………200
Wali Kelas I




(……………………………….)
                NIP.  











Mata Pelajaran            : SAINS
Materi Pokok              : Tubuh
Pertemuan / waktu     : ketiga  / 2 x 30 menit
Metode                        : ceramah dan praktek

A.    Kompetensi Dasar
1.3  Membiasakan hidup sehat

B.    Indikator
o   Menggosok gigi sehabis makan dan sebelum tidur.
o   Mencuci tangan sebelum makan.
o   Melakukan olah raga, beristirahat dan tidur agar tubuh sehat dan kuat.
o   . . . . . . . . . . . .

C.   Materi Essensial
  • Kebutuhan Tubuh (hlm 10)
  • . . . . . . . . . . . .

D.   Media Belajar
o   Buku  SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas I

E.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

  1. Pendahuluan
o   Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator


(5 menit)

  1. Kegiatan Inti
o   Siswa ditanya tentang apa yang dilakukannya setelah beraktivitas, sekolah, belajar, bermain, membantu orang tua, nonton TV.
o   Membacakan materi untuk menuntun siswa atau siswa membaca secara bersama.
o   Melakukan kegiatan 1.11 hlm 15.
o   Menjelaskan waktu yang tepat untuk menonton TV dan beristirahat (tidur).
o   . . . . . . . . . . . .


(50 menit)

  1. Penutup
o   Mengulang kembali kesimpulan tentang kegiatan yang telah dilakukan


(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah
o   . . . . . . . . . . . .




MENGETAHUI
KEPALA SDN ……………………….




(…………………………………….)
NIP. .........................................
……………….,………….,……..…………200
Wali Kelas I




(……………………………….)
                NIP.  




Popular Posts