• Beranda

DUNIA PENDIDIKAN

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Sunday, December 7, 2014

Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 8:20 AM | No comments



Mulai 2015 Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor

Mulai 2015 Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor
Mulai 2015 Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor - Mengingat keberadaan OPS di setiap sekolah yang mutlak sangat diperlukan, sudah selayaknya mendapatkan perhatian yang lebih. Tugas dan tanggung jawab yang demikian besar memang sering tidak dianggap keberadaanya. Mulai dari Dapodik, EMIS, Pelaporan BOS Online, Padamu Negeribahkan tak jarang ada beberapa sekolah yang Gurunya banyak yang belum bisa dengan Laptop masih mengandalkan OPS untuk menyelesaikan Tugasnya.

Sering juga OPS mendapatkan "bonus" dari Guru untuk mengetik RPP, Tugas atau soal untuk siswa. Nah dari sekian banyak tugas dari OPS ini, banyak juga yang masih beranggapan bahwa OPS itu tak lebih hanyalah pembantu sekolah atau malah sebagai as
isten Guru yang harus selalu ada untuk disuruh oleh Guru. Tapi jangan khawatir OPS, karena ada kabar gembira buat kalian semua. Operator Sekolah akan Mendapat Honor dari Pemerintah.

Nah, pemberian honor tersebut akan direalisasikan pada tahun 2015 depan dan diratakan bagi seluruh Operator Sekolah di seluruh Indonesia.

Informasi mengenai Operator Sekolah Akan Mendapat Honor ini datang dari Kasubag Data dan Informasi Setditjen Dikdas Supriatno. Menurut Beliau, Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan sudah mempelajari terkait pemberian honor Operator Sekolah tersebut. Untuk segera melaksanakan rencana tersebut, saat ini tengah menyusun dan membuat aturan yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam memberikan honor kepada Operator Sekolah
Harapan Pemerintah nantinya dengan adanya honor khusus dari Pemerintah ini, OPS semakin sejahtera.

Dengan sejahteranya Operator sekolah diharapkan data dan sebagainya akan semakin baik dan akurat. Selain itu tanggungjawab operator sekolah dituntut untuk bekerja lebih tepat dan cermat serta kesediaan untuk kerja lembur karena kini mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

Berikut kesimpulan Sambutan Pada Acara Penutupan saat Bimtek di Bogor
Beberapa kesimpulan penting pada sambutan kegiatan penutupan oleh Bapak Supriatno, MA.
(Kasubag Data dan Informasi Setditjen Dikdas):
  1. Akan banyak program kemdikbud yang tergantung pada Dapodikdas: BOS, UN, BSM, bantuan-bantuan blockgrant dll, maka PERKUAT DATA DAPODIK!
  2. Untuk pencairan BOS 2015 akan dihitung berdasarkan jumlah siswa pada dapodikdas yang sudah harus pasti jumlahnya dan valid sampai akhir Nopember ini.
  3. Siswa yang memiliki kartu BSM/KPS harus benar-benar dientrikan datanya pada dapodikdas untuk menjadi acuan bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar).
  4. Bantuan-bantuan blockgrant sarana, rehab, RKB dll akan dilihat dari data sarana prasana pada dapodikdas, maka data tersebut harus menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Perhatikan KELENGKAPAN, KEBENARAN DAN KEMUTAHIRAN DATA. Ajuan proposal tidak akan diterima lagi.
  5. Pada aplikasi dapodikdas yang akan datang akan ada tabel khusus untuk mendata penduduk usia sekolah tetapi tidak bersekolah yang berada di lingkungan sekitar sekolah, artinya anak usia sekolah (untuk SMP berarti antara 12-15 tahun) tetapi tidak sekolah harus didata dan dientrikan pada tabel khusus tsb. (pekerjaan tambahan – red)
  6. Sejak diresmikan Wapres Budiono, maka Dapodikdas menjadi satu-satunya data yang digunakan kemdikbud, maka ABAIKAN SAJA PENDATAAN YANG LAIN, nanti untuk penerbitan NUPTK akan dari PDSP.
  7. Dalam juknis BOS 2015 akan diatur untuk pembelian 1 laptop untuk pendataan dengan anggaran Rp. 6 jutaan, tagih ke kepala sekolah, jika tidak dianggarkan laporkan saja!
  8. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru sudah mempelajari dan akan menyetujui REALISASI ANGGARAN HONOR OPERATOR mulai 2015. Aturannya sedang disusun.
http://www.melihat.net

Read More

Wednesday, November 19, 2014

SALAH MENGGUNAKAN DANA BOS BISA TERSANGKUT HUKUM

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 5:32 PM | No comments

SALAH MENGGUNAKAN DANA BOS BISA TERSANGKUT HUKUM

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh
Selamat Pagi
BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.
Program BOS dalam pemanfaatannya adalah untuk pemerataan dan perluasan akses, program BOS juga merupakan program untuk peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta untuk tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
BOS digunakan untuk membantu kegiatan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan sekolah untuk penyelenggaraan pendidikan, sehingga sekolah yang telah mampu memenuhi kebutuhannya dapat mengalihkan dana BOS tersebut kepada siswa yang tidak mampu agar pelaksanaan pendidikan gratis terlaksana.
Terkait dengan penggunaan dana BOS, sebagaimana berita yang admin kutip dari antaranews.com bahwa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim mengatakan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk jenjang SMK total mencapai Rp3,5 juta per siswa per tahun, sehingga sekolah perlu berhati-hati menggunakannya agar tidak tersangkut masalah hukum.
“Terkadang kepala sekolah bermaksud baik menggunakan dana untuk keperluan sekolah, tetapi terkadang pula tidak ada dalam petunjuk teknis (juknis). Hal inilah yang terkadang membuat mereka tersangkut masalah hukum,” ujarnya di Samarinda, Rabu.
Hal ini dikatakan Musyahrim ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Publik bertema Membedah Dana Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) yang digelar oleh Lembaga Pengaduan Rakyat (LPR) kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kaltim dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
Musyahrim mencotohkan maksud baik yang justru tertimpa masalah hukum, yakni ketika ada angin kencang dan merusak atap kelas, maka kepala sekolah berinisiatif menggunakan dana BOS maupun Bosda untuk pembelian seng dan balok atap, sedangkan dalam juknis Bosda, tidak ada untuk pembelian material itu.
Contoh lainnya adalah, ada sekolah yang kerap tergenang banjir ketika hujan deras, sehingga proses belajar siswa menjadi terganggu. Kemudian kepala sekolah memutuskan untuk menguruk halaman atau lantai sekolah dari dana BOS.
Di akhir tahun, kemudian ada pemeriksaan, sehingga kepala sekolah tersangkut masalah hukum karena dalam juknis tidak ada pemanfaatan dana Bosda untuk menguruk halaman atau lantai kelas, karena dana BOS maupun Bosda hanya untuk operasional sekolah.
Untuk itu katanya, manajemen sekolah harus berhati-hati dalam menggunakan dana BOS maupun Bosda, karena maksud baik ternyata tidak selamanya mendapat sambutan yang baik pula.
Sedangkan dana bantuan operasional sekolah yang mencapai Rp3,5 juta per siswa per tahun untuk SMK itu adalah, dari pemerintah pusat sebesar Rp1 juta per tahun, dari Pemprov Kaltim sebesar Rp1,5 juta per tahun, dan dari kabupaten maupun kota senilai Rp1 juta per tahun. (sumber : antaranews.com) http://www.herlinbima.com
Read More

Friday, September 12, 2014

Metode Pembelajaran KURIKULUM 2013

Posted by H.TARMIZI ALFUJUDY On 6:40 PM | No comments
Metode_Pembelajaran_yan ... urikulum_2013-libre.pdf
izie al-fujudy 
(iziealfujudy@gmail.com)

Page 1 of 9

1

Berbagai Metode Pembelajaran

Yang Cocok untuk KURIKULUM 2013

Dirangkum oleh :
Prof. Dr.Marsigit, M.A. dari berbagai sumber
Jakarta, 4-6 Juli 2013
Wisma PKBI, Jl Hang Jebat III/F, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Dari diskusi nara sumber, dapat disimpulkan sementara berikut merupakan
pendekatan dan metode yang COCOK dengan Kurikulum 2013 (SMP):
1. Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah
2. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual
3. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah
4. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek
5. Pendekatan Pembelajaran Kooperatif
6. Pendekatan Pembelajaran Komunikatif
Berikut hanya disajikan cuplikan saja dari sebagian draft awal pedoman
pembelajaran di SMP berdasar Kurikulum 2013, yaitu tentang Problem Based
Learning.
PROBLEM-BASED LEARNING (PBL)
(disiapkan oleh Idris Harta dan Marsigit)
A. Pengertian PBL
Pembelajaran berbasis masalah (PBM) atau Problem-Based Learning (PBL) adalah
metode pembelajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata yang tidak terstruktur
dengan baik sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan
keterampilan memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan.
B. Teori belajar PBL
Kurikulum sekolah kita merupakan kurikulum berbasis kompetensi (Competence_Based
Curriculum), bukan kurikulum berbasis pengetahuan (Knowledge_Based Curriculum).
Sebagai kurikulum berbasis kompetensi (KBK), kurikulum sekolah kita dapat
dikategorikan sebagai pengalaman bukan sekedar pedoman atau kumpulan materi untuk
dipelajari. Konsekuensinya, guru dalam pembelajaran harus memfasilitasi para siswa
dengan berbagai kegiatan sehingga para siswa mendapat pengalaman belajar yang
bermakna.
PBL dimulai dengan asumsi bahwa pembelajaran merupakan proses yang aktif,
kolaboratif, terintegrasi, dan konstruktif yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan
Page 1 of 9
Page 2 of 9
2
kontekstual. PBM ditandai juga oleh pendekatan yang berpusat pada siswa (students’-
centered), guru sebagai fasilitator, dan soal terbuka (open-ended question) atau kurang
terstruktur (ill-structured) yang digunakan sebagai rangsangan awal untuk belajar. Soal
terbuka maksudnya adalah soal yang memiliki banyak solusi dan karenanya siswa perlu
mengkaji banyak metode sebelum memutuskan jawaban tertentu. Masalah yang kurang
terstruktur akan mendorong siswa untuk melakukan investivigasi, melakukan diskusi, dan
mendapat pengalaman memecahkan masalah.
Dengan PBL, fokus pembelajaran bergerak dari isi/materi ke permasalahan seperti
diilustrasikan berikut ini.
Isi/materi
Guru Siswa
masalah
Guru Siswa
Dengan fitur ini, pembelajaran menjadi lebih realistik untuk menciptakan
pembelajaran yang menekankan dunia nyata, keterampilan berfikir tingkat tinggi, belajar
lintas disiplin, belajar independen, keterampilan kerja kelompok dan berkomunikasi
melalui suasana pembelajaran berbasis masalah.
Selain menekankan learning by doing, PBL membuat siswa sadar akan informasi
apa yang telah diketahui pada masalah yang dihadapi, informasi apa yang dibutuhkan
untuk memecahkan permasalahan tersebut, dan strategi apa yang akan digunakan untuk
memperlancar pemecahan masalah. Mengartikulasikan pikiran-pikiran tersebut akan
membantu siswa menjadi pemecah masalah (problem solver) dan siswa yang mengetahui
apa yang harus dilakukan (self-directed) yang lebih efektif.
C. Tujuan dari PBL
Memfasilitasi siswa agar:
1. Berpikir kritis dan analitis
2. Mencari dan memanfaat sumber belajar yang berasal dari lingkungan sekitar,
3. Menggunakan pengetahuan secara efektif, dan
4. Mengembangkan pengetahuan dan strategi untuk permasalahan selanjutnya.
D. Kegiatan-kegiatan pada PBL
Pada dasarnya terdapat dua kegiatan utama: pemecahan masalah dan mempelajari materi
berdasarkan penyelesaian masalah tersebut.
E. Langkah-langkah PBL
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah:
1. Penentuan masalah
Penentuan masalah dapat dilakukan oleh guru dan para siswa, atau diajukan oleh
guru untuk menyesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai.
Ciri-ciri masalah untuk PBL:
a. tidak terstruktur dengan baik (ill-structured)
Page 2 of 9
Page 3 of 9
3
b. memerlukan informasi lebih lanjut untuk memahaminya dibandingkan dengan
soal biasa,
c. memuat banyak cara penyelesaian,
d. dapat berubah dengan adanya informasi baru,
e. terhindar dari anggapan bahwa siswa telah mengetahui jawabannya,
f. menimbulkan minat dan kontroversi dan menyebabkan siswa bertanya-tanya,
g. memiliki banyak jawaban dan cukup kompleks sehingga memerlukan
kerjasama dan perlu pemikiran bukan sekedar ingatan, dan
h. memuat isi/materi pelajaran
2. Pemecahan masalah
Pada tahap ini guru memfasilitasi para siswa untuk bekerja dalam kelompok (4-6
orang siswa) untuk:
a. Mendiskusikan “apa yang diketahui” dari permasalahan yang ada dilihat dari segi
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Apa yang diketahui ini kemudian
didiskusikan untuk mencari kesepakatan tentang batasan-batasan mengenai
permasalahan tersebut, serta memilah-memilah isu-isu dan aspek-aspek yang cukup
beralasan untuk diselidiki lebih lanjut. Hasilnya berupa pernyataan permasalahan
yang berperan sebagai titik awal untuk penyelidikan dan dapat direvisi apabila suatu
asumsi dipertanyakan dan informasi baru muncul kepermukaan.
Apa yang
diketahui
pada
masalah?
b. Melihat permasalahan dari “apa yang tidak diketahui” dan mendaftarkannya. Disini
anggota kelompok akan mendaftarkan pertanyaan-pertanyaan atau isu-isu
pembelajaran yang harus dijawab untuk memperjelas permasalahan. Dalam fase ini,
anggota kelompok akan menganalisa permasalahan menjadi komponen-komponen,
mendiskusikan implikasi-implikasi, mengajukan berbagai penjelasan atau solusi, dan
mengembangkan hipotesis kerja. Hasil kegiatan ini berupa rumusan tujuan
pembelajaran, informasi yang dibutuhkan, dan bagaimana informasi ini diperoleh.
Apa yang
diketahui
pada
masalah?
Apa yang
tidak
diketahui?
Isu apa yang
perlu
diperjelas?
Page 3 of 9
Page 4 of 9
4
c. Mendiskusikan, mengevaluasi, dan mengorganisir hipotesis dan mengubah hipotesis.
Setiap kelompok akan mendaftar “Apa yang harus dilakukan” yang mengarah kepada
sumberdaya yang dibutuhkan, siapa yang akan dihubungi, artikel yang akan dibaca,
dan tindakan yang perlu dilakukan oleh para anggota. Dalam fase ini anggota
kelompok akan menentukan dan mengalokasikan tugas-tugas, mengembangkan
rencana untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut dapat
berasal dari dalam kelas, bahan bacaan, buku pelajaran, perpustakaan, video, dan dari
seorang pakar tertentu.
Apa yang
diketahui
pada
masalah?
Apa yang
tidak
diketahui?
Isu apa
yang perlu
diperjelas?
Alternatif
pemecahan
Apa
yangkah
yang harus
dilakukan?
Siapa yang
melakukan?
3. Presentasi hasil kerja kelompok
Pada langkah ini setiap kelompok akan mempresentasikan pemecahan terhadap
masalah yang ada dilanjutkan dengan diskusi termasuk mendiskusikan materi
yang dapat dikembangkan dari permasalahan yang diajukan dan penyelesaian.
4. Pengembangan materi pembelajaran berdasarkan penyelesaian masing-masing
kelompok.
F. Model bahan ajar
Dalam PBL bahan ajar dikembangkan kemudian setelah permasalahan terselesaikan.
Karena itu, dalam penggunaan metode ini „bahan ajar‟ yang disediakan berbentuk
permasalahan dengan karakteristik seperti diuraikan di atas.
Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sesuai untuk metode PBL dikembangkan
dari beberapa sumber.
IPS
Suatu keluarga yang terdiri atas empat orang akan menyewa rumah. Si Ayah adalah
karyawan dengan gaji 4,5 juta rupiah sementara si Ibu seorang guru dengan gaji 3,5 juta
rupiah. Minggu depan dua orang anak yang berusia masing-masing 14 dan 7 tahun akan
masuk sekolah. Bantu keluarga tersebut menentukan lokasi terbaik bagi mereka untuk
mengontrak rumah.
(Julie Mathews-Aydinli, Center for Adult English Language Acquisition, Center for
Applied Linguistics)
Page 4 of 9
Page 5 of 9
5
IPS
Dewasa ini, banyak dilakukan diskusi tentang kekerasan yang terjadi di sekolah.
Beberapa sekolah telah mengadopsi atau membuat peraturan untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Misal sekolahmu akan membuat suatu peraturan tentang cara
berpakaian (dress code) selama berada di lingkungan sekolah sebagai tindakan
pencegahan kekerasan. Kamu dan beberapa temanmu diminta untuk membuat laporan
tentang apa pengaruh aturan berpakaian tersebut di sekolahmu.
(John Henry, Educational Information and Resource Center (EIRC).
Matematika
Seorang ibu yang mempunyai seorang puteri berusia 6 tahun mempunyai uang sebesar 20
juta rupiah peninggalan almarhum suaminya. Si ibu ingin puteri semata wayangnya
sukses dalam pendidikan dalam arti dapat masuk ke perguruan tinggi terbaik di kotanya
menggunakan uang peninggalan suaminya tersebut sampai lulus. Bantu Si Ibu mengelola
keuangan ibu tersebut sehingga cita-citanya tercapai.
Biologi/IPA
Ada informasi berkembang bahwa kantin sekolah tidak baik baik dari segi kesehatan
maupun pendapatan sekolah. Pihak sekolah meminta kelasmu untuk memecahkan
masalah ini.
Bahasa Indonesia
Kelasmu termasuk hobi membaca puisi. Akan tetapi, tidak ada buku yang memuat sajak- sajak dengan tema yang cukup luas atau penulis dari berbagai budaya. Karena itu
kelasmu harus membuat rencana untuk menyelesaikan masalah ini.
MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
(Diresensi oleh Marsigit dari sumber berikut: Referensi PBL dari :
M. Nur, 2011, Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Surabaya: Pusat Sains dan
Matematika Sekolah Unesa)
1. Ciri-ciri PBL (M. Nur, 2011)
a. Mengajukan pertanyaan atau masalah
b. Berfokus pada interdisiplin
c. Penyelidikan otentik
d. Menghasilkan karya nyata dan memamerkan
e. Kolaborasi
2. Ciri-ciri PBL menurut Yazdani pada M. Nur, 2011:
a. Berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator atau pembimbing
b. Belajar melampaui konten
3. Tujuan PBL menurut Yazdani pada M.Nur, 2011:
Page 5 of 9
Page 6 of 9
6
a. Pengetahuan-pengetahuan dasar
b. Ketrampilan-ketrampilan
c. Sikap-sikap
4. Outcome atau hasil PBL menurut Yazdani dalam M.Nur, 2011:
a. Ketrampilan2 pemecahan masalah
b. Ketramilan belajar yang diarahkan sendiri
c. Kemampuan menemukan dan menggunakan sumber daya yang sesuai
d. Berpikir kritis
e. Dasar pengetahuan yg dpt diukur
f. Kemampuan kinerja
g. Ketrampilan sosial dan etika
h. Memenuhi kebutuhan dan memotivasi diri sendiri
i. Trampil menggunakan computer
j. Ketrampilan kepemimpinan
k. Kemampuan bekerja dlm tim
l. Ketrampilan komunikasi
m. Berpikir proaktif
n. Kemampuan yg sesuai dg dunia kerja
5. Alasan Yazdani (2002) mengembangkan dan menerapkan PBL dalam M.Nur (2011):
a. Meningkatkan pddk untuk seluruh siswa
b. Menggeser belajar melalui ceramah menjadi belajar melalui berbuat
c. Memberi kesempatan kpd siswa menggeluti minat mrk sendiri dan membuat
keputusan
d. Membolehkan siswa membuat keputusan ttg cara mereka akan menemukan
jawaban dan memecahkan masalah
e. Memungkinkan siswa menjadi trampil secara teknis
f. Membekali siswa dg ketrampilan dan rasa percaya diri agar berhasil dlm
persaingan tenaga kerja secara global
g. Mengajarkan kurikulum inti secara lintas disiplin
h. Mengambil manfaat alat-alat komunikasi multimedia yg digunakan dunia kerja
6. Kelemahan PBL menurut Yazdani (2002) dlm M. Nur (2011)
a. Hasil belajar
b. Jumlah waktu
c. Peran siswa
d. Peran guru
e. Perumusan masalah
f. Asesmen yang valid
7. Kata kerja yg sesuai dg PBL adl Taksonomi Bloom (M.Nur, 2011)
a. Mengingat: memperoleh kembali, mengenali, mengingat, mengidentifikasikan,
mendaftar
b. Memahami: menginterpretasikan, member contoh, mengklasifikasikan,
mengikhtiarkan, menginferensikan, membandingkan, menjelaskan, menyatakan
kembali, menyatakan arti dg kata lain, mendefinisikan, membedakan,
mendeskripsikan, mengilustrasikan.
c. Menerapkan: melaksanakan, mendemonstrasikan, mengimplementasikan,
menentukan, menetapkan, memasangkan, mengurutkan, menunjukkan
Page 6 of 9
Page 7 of 9
7
d. Menganalisis: membedakan, mengorganisasikan, melambangkan, membuat
diagram
e. Mengevaluasi: mengecek, mengkritisi, membuktikan, menilai, memprioritaskan,
membenarkan, menggolongkan
f. Menciptakan: menghasilkan, merencanakan, merumuskan hipotesis, membuat
spekulasi, membangun, merancang, mengarang, menemukan
8. SINTAKS untuk PBL:
a. Fase 1: Mengorientasikan siswa pada masalah
b. Fase 2:Mengorganisasikan siswa untuk belajar
c. Fase 3:Membantu penyelidikan mandiri dan kelmpok
d. Fase 4:Mengembangkan dan menyajikan hasil karya serta memamerkan
e. Fase 5:Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
9. Gantt Chart membantu guru membantu siswa merencanakan proyek untuk pbl:
Tugas.....waktu:
a. Mengenalkan siswa pada masalah
b. Menyusun kelompok studi
c. Mendiskusikan dengan KS ttg kegiatan
d. Proses ijin
e. Studi pendahuluan
f. Mengembangkan instrument
g. Menyiapkan logistic
h. Kunjungan awal/kurir
i. Tugas penyelidikan
j. Mempersiapkan hasil karya/pameran
k. Menyebarkan hasil
10. Memonitor Kerja Siswa (M.Nur, 2011):
a. Nama siswa:
b. Nama Kelompok:
c. Nama Projek:
d. Lama Kegiatan:
Balikan:
Projek 1:...
Balikan:...
Projek 2:...
Balikan 2:....
Dst.
11. Asesmen dan Evaluasi (M. Nur, 2011)
a. Menggunakan Checklist dan Rating Scale
b. Prosedur Asesmen Kinerja merupakan asesmen yang paling cocok utk PBL
c. Menggunakan Rubrik untuk Ketrampilan Kooperatif dan Kolaboratif
A. Bekerja kearah pencapaian tujuan kelompok
4.Aktif...
3.Komitmen...
2.Komitmen...
1.Tidak mendukung
B. Mendemonstrasikan ketrampilan interpersonal secara efektif
Page 7 of 9
Page 8 of 9
8
C. Menyumbang kekompakan kelompok
12. Format RPP PBL:
Identitas
----------
I. SK
II. KD
III. Indikator:
KOGNITIF
A. Produk:
1. Menjelaskan...
2. Menjeaskan...
B. Proses:
1. Merumuskan masalah...
2. Merumuskan hipotesis..
3. Merencanakan percobaan..
4. Mengumpulkan informasi...
5. Memlihih alat/bahan..
6. Menggunakan alat/bahan..
7. Mencatat hasil
PSIKOMOTOR:
A. Menggunakan alat..
AFEKTIF:
Perilaku berkarakter: jujur, membantu, berkreasi, tepat waktu, teliti, cermat,
tanggung jawab
Ketrampilan sosial: bertanya, menyumbang ide/berpendapat, pendengar yg
baik, bekerja sama
IV. Tujuan:
KOGNITIF:
PSIKOMOTOR:
AFEKTIF:
V. Materi pembelajaran
VI. Alokasi waktu
VII. Model dan metode pembelajaran:
MPBM (model pembelajaran berdasar masalah)
Metode: diskusi, pemberian tugas, proyek, penemuan
VIII. KBM
PENDAHULUAN
Motivasi
Apersepsi
INTI
Mengorganisasi siswa ...
Memberi LKS...
Melakukan penyelidikan..
Merumuskan hipotesis..
Merencanakan percobaan...
Page 8 of 9
Page 9 of 9
9
Mengembangkan dan menyajikan hasil
Menyajikan hasil..
Analisis dan evaluasi proses...
PENUTUP
Memeriksa rencana
IX. Penilaian Hasil Belajar
1. Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian
2. LP1: ...
3. LP2: Pengamatan perilaku berkarakter
4. LP3: Pengamatan ketrampilan sosial
5.
X. Sumber:
LKS
KUNCI
Alat
Media
Referensi
SELESAI............Semoga Bermanfaat ! Amin.
Page 9 of 9
1 of 9
Displaying Metode_Pembelajaran_yang_Cocok_dengan_Kurikulum_2013-libre.pdf.
Read More
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Archive

  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ▼  2014 (35)
    • ▼  December (1)
      • Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor
    • ►  November (1)
      • SALAH MENGGUNAKAN DANA BOS BISA TERSANGKUT HUKUM
    • ►  September (5)
      • Metode Pembelajaran KURIKULUM 2013
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (18)
    • ►  April (7)
  • ►  2013 (4)
    • ►  December (4)

Popular Posts

  • NASIB SERTIFIKASI GURU HONORER / GTT SEKOLAH NEGERI
    PROGRAM SERTIFIKASI TERAKHIR 2014 ( PLPG DIGANTI PPG) DAN NASIB GURU HONORER / GTT SEKOLAH NEGERI Desember 8, 2013 — Dadan Wahidin Ent...
  • KEMANDIRIAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM
    MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM A.     Kemandirian Anak Dalam Perspektif Islam Pendidikan dalam Islam men...
  • Perbedaan Kewenangan "Plt" dan "Plh"
    Perbedaan Kewenangan "Plt" dan "Plh" Ketemu lagi..gimana kabarnya?? Ni kok tulisan-tulisan pada sepi komennya....
  • Tata Cara Pengangkatan PNS Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan (Plh)
    Tata Cara Pengangkatan PNS Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan Pelaksana Harian (Plh) By zaini, on August 27th, 2012 A. Tata Cara Peng...
  • RPP SAIN KLS I ( KD1,2 )
    Mata Pelajaran             : SAINS Materi Pokok             : Tubuh Pertemuan / waktu      : pertama   / 2 x 30 menit Metode   ...
  • Keluarga yang ISLAMI perlu pendidikan
      Pendidikan dalam Keluarga yang ISLAMI Assalamualaikum wr.wb Hak primer pendidikan seorang anak berada ditangan kedua orang-tuanya...
  • PROSES SK TUNJANGAN PROFESI DAN DANA BISA DI TANGAN REKAN GURU....?
    SEKEDAR INFORMASI BAGAIMANA SK TUNJANGAN PROFESI BISA KELUAR DAN DANA BISA DI TANGAN REKAN GURU....? begini prosesnya : 1. Data PTK di en...
  • Kiat Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi
    Kiat-Kiat Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi Bagi kalian yang sudah memasuki kelas 3 (tiga) SMA, pasti kalian...
  • Cara Memilih Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan Di Masa Depan
      Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan Di Masa Depan Masa kuliah adalah masa yang paling ditunggu-tunggu ketika anda masih ...
  • Mengenal senjata Tri sula
     Mengenal senjata Tri sula Jawa terkenal memiliki senjata tradisional keris, Sunda dengan kujang, Kalimantan dengan mandau, Makassar den...

SITE SEARCH

About Me

My photo
H.TARMIZI ALFUJUDY
View my complete profile

Search This Blog

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ▼  2014 (35)
    • ▼  December (1)
      • Operator Sekolah Direncanakan Mendapat Honor
    • ►  November (1)
      • SALAH MENGGUNAKAN DANA BOS BISA TERSANGKUT HUKUM
    • ►  September (5)
      • Metode Pembelajaran KURIKULUM 2013
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (18)
    • ►  April (7)
  • ►  2013 (4)
    • ►  December (4)

About

Blogroll

Copyright © 2012 DUNIA PENDIDIKAN | Powered by Blogger
Design by Web2feel | Blogger Template by NewBloggerThemes.com